Rabu, 31 Oktober 2012

Manusia Bertopeng Bunuh Ibu Guru di Pegubin


">Papua—Nahas menimpa Suhartini, seorang ibu guru yang mengajar di Distrik Okbi Pegunungan Bintang (Pegubin). Betapa tidak,  korban yang sudah lama mengabdikan diri sebagai guru di daerah terpencil itu , dibunuh secara sadis.  
Korban   tewas terbunuh, Minggu 28 Oktober sekitar pukul 19.00 WIT. Ia dibunuh bersama seorang pembantunya oleh pelaku  yang menggunakan topeng serta diduga orang terlatih.
Anggota DPR Papua  dari Fraksi Golkar Iqnacius Mimin mengungkapkan hal itu kepada wartawan Selasa 30 Oktober. ‘’Seorang guru yang sudah sejak 1995 mengabdi di daerah terpencil  tepatnya di Distrik Okbi Pegunungan Bintang bersama seorang pembantunya telah dibunuh orang tak dikenal Minggu kemarin, motifnya hingga saat ini belum jelas,’’kata dia. Peristiwa pembunuhan itu, lanjut dia,  cukup sadis dan sesuai dengan laporan warga masyarakat dilakukan oleh orang bertopeng dan diduga juga orang terlatih. ‘’Dari laporan warga pelaku bertopeng dan terlatih, guru itu dibunuh di rumahnya dengan cara kepala dibelah dan jari-jarinya dipotong. Sementara pembantu ibu guru itu sesudah dibunuh di buang ke dalam kolam,’’paparnya. 
Menurut Mimin, dirinya dan masyarakat Kabupaten Pegunungan Bintang sangat mengutuk peristiwa pembunuhan itu, selain tergolong sangat sadis, korbannya adalah guru yang sudah mengabdi belasan tahun di distriknya Okbi. ‘’Saya yang berasal dari daerah pemilihan Okbi sangat mengutuk kejadian itu, karena korban adalah guru yang sudah lama mengabdi disana dan telah membuat daerah itu yang tadinya gelap menjadi terang, kalau tujuannya merampok kenapa mesti membunuh, ’’tegasnya. 
Untuk itu, sambung Mimin, dirinya dan masyarakat Pegunungan Bintang meminta pihak Kepolisian segera mengungkap kasus tersebut dan terutama menangkap pelaku dan memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku. ‘’Pelaku harus ditangkap dan diproses hukum,’’singkatnya. 
Mengenai dugaan pelaku adalah orang terlatih, Mimin menyatakan, DPR Papua bersama pemerintah kabupaten Pegunungan Bintang akan segera bertemu dengan pihak Kodam XVII Cenderawasih. ‘’ Dalam waktu dekat kami akan audensi dengan Pangdam Cenderawasih, mengenai peristiwa itu, kalau memang pos TNI yang ada disana tidak bisa memberikan kenyamanan kepada masyarakat, kami akan minta dibubarkan,’’tukas dia. 
Menurut Mimin, kedua korban pembunuhan itu saat ini sudah dievakuasi ke Jayapura dan sedang diotopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Kotaraja. (jir/don/lo1)

0 komentar:

free counters

About This Blog

Pengikut

Translate


  © Blogger templates Psi by Anginselatan.com 2008

Back to TOP